Mau Dibawa Kemana Bisnis Kita Dalam Kondisi Panik dengan Covid-19 Ini ?!

Awal tahun saya sangat optimis dengan kebangkitan bisnis karena banyaknya teman seperjuangan yang mulai sukses dengan bisnis baru mereka. Dalam waktu singkat, mereka berhasil membangun bisnis kecilnya dan bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan besar. Tentu saja itu membuat semangat saya juga tumbuh kembali untuk mengembangkan bisnis.


Tiba-tiba wabah Corona menyerang dan cukup mengacaukan dunia ini.

Awalnya saya hanya menyaksikan berita di tv dan media online tentang bahaya dari virus covid-19 yang di Indonesia masih dikenal sebagai corona saja. Saat itu kasus covid-19 masih di sekitar negara asalnya dimana virus ini menyebar.

Saat itu saya masih yakin bahwa ini hanya kejadian singkat dan semua akan baik-baik saja.

Perlahan tapi pasti, ternyata kasus ini merembet ke berbagai negara dan sampailah ke Indonesia tercinta.

Di momen ini, wilayah yang cukup terdampak adalah Jakarta dan sekitarnya, sementara di wilayah saya cukup aman. Meski begitu, dampaknya sudah mulai kerasa.

Bagi saya pribadi, dengan adanya masalah ini membuat kiriman barang dari Jakarta otomatis terhenti dan saya tidak punya stok jualan. Ditambah lagi, daerah saya juga mulai ada kasus pasien yang terjangkit sehingga terjadi pembatasan lokal.

Barang yang mau dijual nggak ada, daya beli masyarakat semakin menurun drastis dan akhirnya saya memutuskan untuk menutup lapak jualan untuk sementara waktu. Saya memikirkan keselamatan diri dan keluarga saya karena bahaya virus ini mulai menghantui di sekitar tempat tinggal saya.

Keputusan saya untuk menghentikan usaha memang sangat berdampak karena tidak ada pemasukan dari usaha itu. Mungkin itu keputusan yang salah, tapi mungkin juga itu keputusan yang tepat. Yang jelas, saya memilih untuk tetap di rumah aja demi keselamatan diri dan keluarga.

Hanya ada beberapa pelaku usaha yang masih nekat berjuang untuk jualan, meskipun omsetnya anjlok tapi mereka tetap yakin pasti ada rejeki. Yah, saya menghargai keyakinan mereka dan tidak menyalahkannya sama sekali.

Salah satu tetangga yang bekerja di warung makan, sebelumnya sudah mulai libur selama satu minggu. Setelah masa libur habis, ia kembali berangkat bekerja dan warung makan itu buka kembali. Tapi sayangnya tidak ada pembeli satu pun dan akhirnya ia diliburkan kembali dalam waktu yang tidak ditentukan.

Belum lagi keluh kesah para ojol yang serba bingung. Mau nekat narik, takut. Nggak narik, kebutuhan perut nggak bisa ditahan.

Tentu saja saya juga punya pikiran sedih, susah dan bingung seperti yang kebanyakan orang rasakan saat ini. Tapi, kita tidak sendiri. Kita susah bareng-bareng. Jadi, nggak usah merasa terlalu susah sendiri lah.

Entah mau dibawa kemana bisnis kita ke depannya, yang penting saat ini kita harus menjaga diri. Kita ikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah bersama orang-orang tersayang. Jika masih ada tabungan, gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jika sudah tidak ada tabungan sama sekali, jangan terlalu pasrah karena tidak ada larangan bagi yang mau mencari rejeki.

2020 adalah tahun yang bagus, semoga cobaan ini segera berakhir dan ekonomi membaik sehingga kita bisa berjuang kembali, bersama-sama, demi meraih tujuan yang sudah kita rencanakan di awal tahun.

Semoga kita selalu terlindungi dan dijauhkan dari segala marabahaya ... aamiin ...

Wirausahakan Updated at: 8:48 PM

0 komentar:

Post a Comment