Pembangunan Jalan Terus, Hutang Pemerintah Bertambah Banyak, Apakah Efektif?

Banyak sekali berita di berbagai media yang memperlihatkan presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya sedang dalam suatu proyek untuk meninjau dan meresmikan pembangunan infrastruktur di tanah air. Pembangunan yang dilakukan terbilang sangat merata karena berhasil masuk ke dalam wilayah terpencil sekalipun.


Tentu saja ini adalah suatu berita yang hebat dan mengagumkan melihat pemerintah bisa menggenjot pembangunan di tanah air secara adil dan merata. Ini yang diharapkan oleh rakyat Indonesia sejak lama, sejak merdeka agar bisa merasakan kehidupan maju seperti di kota besar lainnya.

Namun dibalik pembangunan yang terus menerus ini, nyatanya utang pemerintah Indonesia bertambah dan menurut catatan yang ada, tahun ini hutang pemerintah adalah yang paling besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai pembanding, berikut adalah data hutang Indonesia dari tahun 2000 :
  • 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  • 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  • 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
  • 2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
  • 2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)
  • 2015: Rp 3.098,64 triliun (26,8%)
  • 2016: Rp 3.466,96 triliun (27,9%)
Sedangkan hutang pemerintah Indonesia pada tahun 2017 ini saja sudah mencapai Rp 3.779,98 triliun dan merupakan rekor hutang yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya denagn catatan bahwa itu adalah hutang di bulan Juli, sementara masih ada 5 bulan ke depan hingga berubah ke tahun 2018.

Sri Mulyani sebagai Menkeu menyatakan bahwa keuangan pemerintah masih stabil meski hutang bertambah, hal ini dikarenakan pendapatan negara juga bertambah dari program tax amnesty dan berbagai pendapatan lain yang bisa dimaksimalkan.

Pemberi hutang terbesar masih dari Bank Dunia, ada pula bank Asia, dan bank Islam. Sementara 3 negara terbesar sebagai kreditur pemerintah adalah Jepang, Perancis, dan Jerman.

Pemerintah menyatakan bahwa hutang ini efektif demi kemajuan dan pembangunan bangsa selama penggunaannya tidak diselewengkan. Rakyat memang tidak bisa berfikir sejauh itu karena tidak mengetahui, namun kita hanya bisa menyerahkan kepercayaan kita kepada pemerintah. Semoga hutang sebanyak itu memang bisa membuat negara tambah maju dan berkembang.

Wirausahakan Updated at: 8:28 PM

0 komentar:

Post a Comment