Kontroversi Toko dan Mini Market yang Tidak Menjual Rokok

Saya adalah perokok dan saya pernah merasakan pengalaman yang terbilang cukup unik dalam hidup saya, saat itu saya mendatangi salah satu mini market baru yang ada di sekitar tempat tinggal saya. Saya lihat produk yang dijual cukup banyak dan harganya juga terjangkau.


Namun saat saya menanyakan rokok, penjual dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak menjual rokok sama sekali. Wow ini adalah pengalaman baru untuk saya karena biasanya para pedagang mulai dari pedagang keliling, asongan, warung, toko, mini market, bahkan hingga super market pasti menjual rokok dengan berbagai jenis yang dipajang di bagian paling terlihat di tempat itu.

Saya penasaran dengan hal ini sehingga mencoba mencari tahu kenapa ada sebagian toko yang enggan menjual rokok. Ternyata semua itu kembali kepada keyakinan kita masing-masing, penjual itu ternyata punya keyakinan yang menganggap bahwa rokok adalah produk yang haram dan tidak boleh dijual.

Rokok di Indonesia ini memang bisa dibilang abu-abu dan terus menjadi kontroversi, sebagian ada yang menolak dan sebagian lainnya mendukung. Bahkan pemerintah saja harus hati-hati jika membuat undang-undang yang berhubungan dengan rokok.

Di satu sisi rokok membantu perekonomian di Indonesia karena jumlah pabrik rokok yang banyak membuka lapangan kerja bagi warga, pajak rokok yang tinggi bisa menambah pendapatan pemerintah, dan rokok merupakan salah satu produk yang paling laris di warung dan toko sehingga membuat pengusaha mendapat keuntungan yang lumayan besar.

Sayangnya efek negatif dari rokok ini adalah kesehatan manusia yang terganggu, perkembangan anak kecil yang menyedihkan (masih SD udah pinter ngerokok), dan berbagai masalah lainnya yang ditimbulkan oleh rokok.

Jika ditilik dari sisi agama Islam, sebagian ulama memperbolehkan rokok dan sebagian lainnya melarang keras. Semua itu kembali kepada diri kita masing-masing, jika anda bukan perokok maka anda akan mendukung langkah pelarangan rokok, namun jika anda perokok maka anda akan menolaknya karena sudah kecanduan.

Menurut saya pribadi, pengusaha yang enggan menjual rokok di tokonya adalah pengusaha yang keren karena mereka tidak mainstream dan nyatanya bisa bertahan dengan persaingan yang ketat di Indonesia meski tidak menyediakan produk yang sangat laris di pasaran.

Wirausahakan Updated at: 10:47 PM

0 komentar:

Post a Comment