Kepikiran Gak Bagaimana Keuntungan Pengusaha Permen Bungkus? Harganya Aja Murah Banget!

Permen bungkus saat ini harganya hanya sekitar Rp 100-200 saja, bahkan terkadang dianggap sebagai makanan yang kurang berguna. Lebih ngeselinnya lagi malah buat kembalian pengganti receh, emak lawakan receh diganti sama permen?!


Nah kalian pernah gak kepikiran kalau permen bungkus yang harganya murah itu ternyata diproduksi oleh para perusahaan besar? Gak usah disebuti juga lah merk-merk permen bungkus, kalian juga sudah pada paham semuanya.

Dari pengetahuan saya selama menjalankan usaha warung kelontong, permen yang harganya Rp 100, 00 satu bungkusnya berisi sekitar 50 biji (kadang kurang). Kalau tidak salah, harga grosirnya sekitar Rp 4.000, 00 - 4.500, 00. Jadi para pedagang warung mendapatkan untung sekitar Rp 500, 00 jika berhasil menjual 1 bungkus permen.

Nyari untung gope susah yah? Lagian permen biasanya gak habis dalam 1 hari, padahal biasanya yang jaga sambil nyemil itu permen. Kalau sehari ambil 5 biji, sedangkan 1 bungkus habisnya seminggu, bukannya untung tapi malah rugi :P

Meski kelihatan cemilan sepele, nyatanya saat ini ada beberapa perusahaan besar yang terus bersaing dalam bisnis permen bungkus. Promosinya saja lewat iklan di tv, nah tau gak berapa biaya iklan di tv? 1 menit bisa puluhan juta gaess!

Untuk membuat dan mengemas permen ini tentu tidak dilakukan secara manual, ada mesin khusus pembuat dan pengemas permen, harganya? Ya jelas mahal lah. Belum ditambah dengan ongkos produksi dan gaji para karyawannya.

Modalnya besar, harganya murah, kok bisa untung?

Ini yang dinamakan sebagai "The power of quantity". Meski harganya murah pake banget, nyatanya perusahaan ini bisa memasarkan produknya dalam jumlah yang banyak setiap hari.

Misalnya saja 1 desa ada 50 warung yang masing-masing menjual 1 bungkus permen, berarti ada peluang 50 bungkus terjual di warung itu, sedangkan berapa desa yang ada di kecamatan? Berapa kecamatan yang ada di kabupaten? Berapa jumlah kabupaten dalam 1 provinsi? Berapa provinsi di Indonesia? Belum lagi yang di ekspor ke luar negeri?

Jangan sepelekan produk yang murah harganya, kalau bisa menjualnya dalam jumlah yang banyak, maka keuntungannya gak kalah sama barang yang harganya mahal namun lakunya pelan kayak kalian yang lagi males untuk menghadapi masalah hidup :P

Wirausahakan Updated at: 1:19 AM

0 komentar:

Post a Comment