Setiap Pedagang Akan Mendapati Resiko Barang Tidak Laku (Menjawab Pertanyaan di Komentar)

Salah satu artikel saya yang berjudul biaya membuka toko baju menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca oleh pengunjung blog ini. Itu adalah pengalaman saya sendiri, tentu saja berbeda dengan anda semua karena ada yang berada di tempat berbeda dengan kebutuhan biaya yang lebih besar pula.


Nah seperti gambar di atas, ada salah satu pengunjung blog ini yang menanyakan tentang "resiko" yang ada dalam dunia usaha. Saya sangat tertarik membahas hal ini karena di awal usaha dulu, saya juga pernah punya pikiran seperti ini.

Saya memulai usaha dengan modal yang minim, mau beli produk ini takut gak laku, mau beli produk itu gak cukup modalnya, mau yang sana untungnya sedikit, mau yang disitu belum tau memasarkannya dan akhirnya saya jalan di tempat.

Setelah saya nekad membeli produk, saya pajang di toko dan selama berbulan-bulan tidak laku hingga akhirnya kusut dan itu merupakan hal yang tidak menyenangkan. Mungkin bagi anda yang punya modal banyak tidak akan punya perasaan seperti itu, namun bagi saya dan orang-orang bermodal minim akan mengalaminya.

Bahkan saya beberapa kali "menyerah" untuk membeli produk yang sama yang tidak laku atau lakunya lama banget. Namun ternyata itu adalah hal yang salah karena yang namanya dagang ada kalanya laku ada kalanya sepi pembeli, ada produk yang cepat laku ada pula yang sangat lama bahkan tidak laku sama sekali.

Lalu bagaimana nasib display produk itu?

Jika anda sering mengunjungi toko (apa saja), anda akan melihat display produk yang enggak banget (kalau beruntung). Misalnya saja, ada baju yang sudah kumal berdebu dan tidak ada yang berminat sama sekali namun masih dipajang di tempat yang tidak terjangkau, untuk apa? Entahlah, namun sebagian besar mengatakan untuk mengisi toko agar terlihat tetap ramai dengan produknya.

Setiap bisnis punya resiko, di awal mungkin akan kehilangan uang untuk modal, mengalami kerugian, mengalami sepi pembeli, dan lain sebagainya. Namun itulah bisnis, siapa yang berani mengambil resiko, maka dia siap untuk berbisnis.

Seperti yang ditanyakan di atas, untuk modal display toko mungkin hanya satu-dua suplier yang masih mau memberikannya untuk sample namun sangat jarang. Untuk menanganinya, display di toko bisa diganti dengan foto di sosial media sebagai tempat pemasaran, fotonya tetap indah meski lama dan produknya bisa disimpan di tempat yang rapi agar tidak kusut.

Mungkin seperti itu jawab singkat saya, semoga bisa bermanfaat.

Wirausahakan Updated at: 9:37 PM

0 komentar:

Post a Comment