Nasehat dari Pemborong Bangunan Sukses Di Jakarta

Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan seorang tamu yang mampir ke rumah karena ingin diantarkan jalan-jalan di kota saya. Orang tersebut adalah seorang pemborong bangunan di Jakarta, di usianya yang masih 28 tahun, dia sudah menjadi salah seorang pengusaha yang sukses dan punya banyak relasi bisnis.


Sambil jalan-jalan dan ngobrol ngalor ngidul, saya mendapat banyak informasi dari teman saya itu, salah satunya adalah nasehat-nasehat dan tips sukses dalam dunia bisnis. Bagaimana nasehat yang diberikan teman saya itu? Sebelumnya saya beritahu dulu kisah suksesnya kali yah.

Teman saya ini lulusan sarjana (kalau gak salah teknik bangunan), bisa dibilang dia menguasai tentang berbagai hal yang berhubungan dengan proyek pembuatan bangunan. Mulai dari desain bangunan, rincian kebutuhan bahan bangunan, perhitungan modal, dan jumlah karyawan serta waktu pembangunan bisa dia perkirakan dengan tepat.

Setelah lulus dari bangku kuliah, teman saya tidak mencari kerja di perusahaan besar yang ada, namun dia memulai bisnisnya dari 0. Mulai dari bangunan kecil seperti renovasi rumah, pembuatan rumah, kantor, hingga gedung besar kemudian terus menerus dia kerjakan. Namanya mulai dikenal luas di Jakarta meski sebenarnya dia terbilang (egois) karena lebih suka mengerjakan segalanya sendiri.

Menurut pengakuannya, kliennya cukup banyak dan proyek yang dikerjakan juga mengantri. Salah satu keunggulannya adalah jaringan bisnis yang terbilang sangat kuat dan hebat, bukan hanya dari relasi orang-orang dalam 1 lingkungannya, namun siapa saja yang dia kenal menjadi relasi bisnisnya.

Pendidikan dan kesuksesan
Banyak orang yang bercita-cita menjadi orang sukses namun enggan belajar, mereka berfikir bahwa kuliah tinggi belum tentu sukses, lebih baik bekerja keras dan memulai bisnis. Teman saya tidak berfikir seperti itu, dia mengakui pendidikan adalah hal yang sangat penting, makanya dia kuliah tinggi agar dapat ilmu dan pengetahuan luas untuk menunjang bisnisnya.

Relasi? siapapun bisa jadi relasi!
Ada yang menarik dari teman saya ini, dia menawarkan kerja sama kepada siapa saja yang mau menawarkan proyek bangunan. Jika deal, maka yang memberitahukannya akan diberi 10% dari omsetnya sebagai tanda terima kasih. Beberapa waktu yang lalu, saudara saya mendapat Rp 30 juta hanya karena memberitahukan ada sebuah proyek pembangunan kepadanya.

Menurutnya relasi bisa siapa saja karena setiap kenalan akan membawa rejeki kepadanya, jadi dia adalah orang yang sangat terbuka pada siapa saja.

Berani mengambil resiko
Waktu jalan-jalan bersama, dia bercerita bahwa ada salah satu proyek yang harus dikerjakan dalam waktu dekat, namun mau tidak mau harus dimodali terlebih dahulu karena dana baru bisa cair jika sudah selesai 50%. Bagi orang awam tentu enggan mengambilnya karena beresiko, namun dia langsung mengambil proyek itu dengan mengeluarkan modal dari uangnya sendiri, tentu dengan perundingan yang matang agar aman ke depannya.

Resiko memang berbahaya, namun jika tidak berani mengambil resiko, bukan pengusaha namanya!

Jarang-jarang saya punya kesempatan mendapat nasehat dan tips sukses dari seorang pemborong/kontraktor bangunan karena kebanyakan dari mereka adalah orang yang super sibuk dan enggan menceritakan kesuksesannya kepada orang biasa seperti saya.

Wirausahakan Updated at: 12:57 AM

0 komentar:

Post a Comment