Cerita Pengemis, Pengamen, Tukang Minta Sumbangan dan Penipu

Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman saya selama beberapa tahun berjualan di pinggir jalan, bukan tentang masalah bisnis namun diluar topik menyangkut orang-orang yang datang untuk "meminta" uang kepada saya.


Setidaknya ada 4 golongan yang suka meminta-minta (kadang memaksa kadang menipu) yang saya temui selama ini. Dari keempat golongan itu, ada cerita yang cukup berkesan dari masing-masing yang datang, dan saya akan mencoba menceritakannya tanpa menjelek-jelekkan atau memuliakan mereka (murni fakta dari pengalaman).

Pengemis
Pemerintah sudah melarang kegiatan mengemis di jalanan, bahkan satpol PP akan mengangkut mereka yang masih nekad mengemis dan memberi denda yang nekad memberikan uang kepada para pengemis. Langkah pemerintah saya apresiasi karena itu adalah tindakan yang sangat mendidik agar masyarakat mau bekerja keras, bukan hanya menengadahkan tangan saja.

Sayangnya masih tetap ada pengemis yang berkeliling meminta belas kasihan kepada warga, dan yang membuat saya kadang tidak tega adalah para pengemis yang datang ke tempat saya adalah orang tua yang (maaf) kurang berdaya, ada yang cacat, ada yang lemah, ada yang bahkan harus dituntun orang lain untuk meminta-minta.

Meskipun saya sadar ini salah karena melanggar peraturan pemerintah, namun hati nurani saya tidak tega ketika mereka meminta dan saya mengecewakan dengan tidak memberikannya.

Pengamen
Saya tahu kebanyakan pengamen adalah anak jalanan, mereka mengamen untuk mendapatkan uang guna membeli makan, "minum", dan kadang untuk membeli berbagai kebutuhan lainnya. Mereka termasuk dalam golongan yang juga dilarang oleh pemerintah karena dianggap (maaf) "sampah masyarakat".

Untungnya saat ini para pengamen mulai berevolusi, mereka membuat kesenian yang lebih bagus dan menarik, biasanya berkelompok dan mengamen di tempat yang disediakan oleh pemerintah.

Tukang minta sumbangan
Untuk yang satu ini saya sudah enggan memberinya meski hanya recehan saja, pasalnya kebanyakan dari mereka adalah penipu yang mengatasnamakan amal untuk masjid, panti asuhan, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Kadang saya tanyakan darimana asalnya, apakah sudah minta izin ke pemerintah dan desa, apakah sudah jelas ini dan itunya, dan belum menjawab mereka langsung pergi dengan wajah yang tidak menyenangkan karena ditanyakan seperti itu.

Mungkin sebagian masih ada yang bener, tapi karena banyak yang nipu jadi rada gimana gitu sama tukang minta sumbangan.

Penipu
2017 sudah masuk pertengahan, gadget sudah semakin canggih, internet sudah mudah diakses, masih saja ada tukang tipu yang mencari uang dengan cara liciknya. Dari yang pura-pura kehilangan dompet dan minta uang untuk ongkos jalan, yang jualan obat aneh-aneh, bahkan ada yang jual obat untuk mencegah demam berdarah dengan harga yang cukup mahal.

Saya sendiri merasa marah ketika ada orang seperti ini, mereka masih saja mencari uang dengan cara yang tidak halal, menipu adalah perbuatan yang sangat buruk (bagi saya).

Bagaimana dengan anda? Siapakah diantara mereka yang sering anda temui saat ini? Atau ada golongan lainnya yang datang ke tempat anda untuk minta sumbangan lagi?

Wirausahakan Updated at: 9:48 PM

0 komentar:

Post a Comment