Belajar dari Yahoo!, Semua Bisnis Ada Masanya Sendiri

Yahoo! Sebuah perusahaan teknologi raksasa yang kini harus berakhir tragis karena terpaksa dijual ke Verizon dengan harga USD 4,8 miliar (RP 65 Triliun). Pada tahun 1994, Jerry Yang dan David Filo berhasil menciptakan Yahoo!, dan hanya berselang beberapa tahun saja website itu langsung menjadi yang nomor satu di dunia.


Saya ingat ketika ingin memuat email, Yahoo! adalah pilihannya, kalau mau mencari berita? Yahoo! ada, dan ketika ingin menikmati teknologi seperti masa Power Rangers, YM memberikan layanan Video Call. Pada kisaran tahun 1998 - 2000, Yahoo! adalah yang terdepan dan masa itu adalah masa keemasannya, saham Yahoo! mencapai USD 118 Miliar.

Pada tahun 2002, Yahoo! bisa saja membeli Google dengan harga 13 Triliun, namun Yahoo! menganggap harga tersebut terlalu mahal, padahal sekarang saham Google mencapai 8.000 triliun. Begitu pula pada tahun 2006 juga sempat terdengar kabar kalau Yahoo! hendak membeli Facebook dengan harga USD 1 miliar, namun tidak jadi karena tak ada kesepakatan diantara keduanya.

Pembelian Yahoo! yang paling berhasil adalah ketika mereka membeli 40% saham Alibaba di tahun 2005, dan kini harga sahamnya sudah menjadi USD 80 miliar. Namun rasanya itu belum cukup untuk bisa membangkitkan Yahoo! kembali seperti pada masa keemasannya.

Menolak membeli Google dan Facebook, Yahoo! malah semakin tenggelam dan mengalami kerugian yang terus menerus, dan akhirnya harus terpaksa dijual dengan harga yang sangat murah di tahun 2016 ini.

Kini kita lebih memilih gmail untuk membuat email, kita lebih memilih FB untuk bersosial media, kita ditawari Video Call dengan FB Messenger, dan kita lebih senang memakai mesin pencari Google daripada Yahoo!. Mungkin itulah beberapa hal yang membuat perusahaan ini hancur dengan perlahan.

Pelajaran berharga dari perusahaan raksasa dunia, ketika anda berada di atas angin, jangan lupa diri dan jangan takabur. Bahkan ketika anda ada di atas, masih banyak orang yang sedang mencoba naik menuju tempat anda bahkan yang lebih tinggi dari tempat nyaman anda saat ini.

Terkadang kesuksesan adalah awal kehancuran, ini buktinya! ketika Yahoo! masih jaya, mereka seakan sudah puas dan tak melakukan gebrakan baru, sementara orang lain mulai berinovasi, Google meningkatkan karyanya yang semakin mendunia dengan berbagai teknologi, Facebook, twitter, Instagram, BBM, dan lain sebagainya mulai menggerus era masa kini dengan demam sosial media, sementara Yahoo! seakan diam di kerajaannya yang sudah mulai ditinggalkan orang.

Hati-hati kalau saat ini anda sedang merasakan kesuksesan dalam dunia bisnis, jangan terlalu senang dan santai menikmati hasilnya, bisa saja dalam waktu singkat orang lain segera mencuri kesuksesan anda. Segera lakukan inovasi dan maksimalkan apa yang anda punya selagi bisa!

Wirausahakan Updated at: 1:35 AM

0 komentar:

Post a Comment