Analisa Bisnis Penyewaan Alat Berat, Modal Besar Untungnya Juga Besar!

Ketika ada sebuah proyek yang sedang berjalan dan membutuhkan sebuah alat berat, misalnya saja crane, biasanya pemborong yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut lebih memilih untuk menyewa alat itu ketimbang membelinya.


Alasannya sepele saja, misalnya harga sewa alat itu sekitar 2-5 juta perhari tentu akan diambil saja karena jika membelinya bisa mencapai harga ratusan juta hingga miliaran Rupiah. Jika proyek berjalan 1 bulan maka harga sewanya bisa mencapai 60-150 juta. Jika membelinya dulu tentu saja si pemborong harus mengeluarkan modal lagi, bukan?!

Nah peluang bisnis ini yang diambil oleh orang-orang kreatif, mereka suka mengoleksi alat-alat berat dan kendaraan angkut yang siap disewakan dengan harga yang lumayan tinggi. Mulai dari mobil, truk, crane, dan berbagai alat berat lainnya untuk kegiatan proyek.

Kalau anda punya kenalan orang-orang yang berjalan dalam bisnis ini, silakan saja tanya berapa omsetnya dalam 1 bulan. Saya pikir setidaknya mereka yang punya banyak alat berat itu bisa mendapatkan omset hingga ratusan juta setiap bulannya, apalagi jika sedang ramai proyek pembangunan.

Bisnis ini memang butuh modal banyak untuk membeli alat beratnya, wong 1 alat saja bisa ratusan juta, bayangkan jika punya 10 atau bahkan 100 alat? Silakan dibayangkan sendiri berapa modal yang mereka keluarkan untuk memulai bisnis ini.

Namun sebenarnya kebanyakan pengusaha tidak mengeluarkan banyak modal untuk bisnisnya, mereka biasanya bekerja sama dengan investor dan ada pula yang pinjam uang untuk modal usahanya. Siapa yang bayar utang mereka? Yang nyewa alatnya!

Investasi alat berat memang cukup menggiurkan karena omsetnya yang lumayan besar, namun modal resiko yang harus ditanggung juga besar karena ini bukan bisnis kecil yang melayani banyak pelanggan umum. Pelanggannya khusus dan kalau mereka puas bisa balik lagi untuk menyewanya kembali.

Ada yang minat bisnis penyewaan alat berat seperti ini? atau bahkan sudah ada yang sedang menjalankannya?

Wirausahakan Updated at: 2:25 AM

0 komentar:

Post a Comment